Archive for the 'Humor Lucu' Category
Ada anak baru (AB) dan anak lama (AL) sedang mengobrol saat pelajaran
Fisika.
AL: “Eh lu anak baru ya?”
AB: “Iya..”
AL: “Hati-hati lu sama guru Fisika, kalau salah sedikit bisa di gampar”
AB: “Ooh… gue udah tahu”
AL: “Iya, gurunya udah jelek, gembel gitu mukanya, mana miskin lagi!”
AB: “Ooh…gue udah tahu”
AL: “Pokoknya ntar kalau pulang kita kerjain yuk! kita siram pake air got,
kalau perlu kita gebukin tuh guru jelek! Eh ngomong-ngomong kok lu dari tadi
bilang kalo lu udah tau sih?”
AB: “Gue anaknya!!”
Seorang filsuf terkenal sangat disegani oleh sopirnya yang selalu ikut
mendengarkan setiap ceramah bosnya tentang moralitas dan etika.
Kemudian suatu hari si sopir mendekati sang filsuf dan bertanya apakah ia
bersedia untuk bertukar peran pada kuliah berikutnya, sang filsuf menjadi
sopir, dan sang sopir yang akan menjadi dosen dan mengisi kuliah. Sang filsuf
setuju.
Materi kuliah dibawakan dengan sangat baik oleh si sopir. Ketika tiba
saatnya pertanyaan dari para peserta, seorang wanita di belakang bertanya,
“Apakah pandangan epistemologis alam semesta masih berlaku dalam dunia
eksistensialis?”
“Itu adalah pertanyaan yang sangat sederhana,” jawab sang sopir (yang
sedang menyamar menjadi dosen), “Terlalu sederhana, bahkan sopir saya bisa
menjawab pertanyaan itu, dan itulah yang akan ia lakukan.”
Dua antropolog
terbang ke kepulauan di laut selatan untuk mempelajari suku pribumi. Mereka
pergi ke dua pulau yang berdekatan dan mulai bekerja. Beberapa bulan kemudian
salah satu dari mereka mengambil sampan ke pulau lain untuk melihat apa yang
dilakukan rekannya. Ketika ia sampai di sana, ia menemukan antropolog lain
berdiri di antara kelompok penduduk asli.
“Salam
Bagaimana kabar?!” kata antropolog mengunjungi.
“Bagus!”
kata yang lain, “Saya telah menemukan suatu fakta yang penting tentang bahasa
lokal sini! Lihatlah!”
Dia menunjuk
pohon kelapa dan berkata, “Apa itu?”
Penduduk asli, bersama-sama, mengatakan “Umbalo-gong!”
Dia lalu
menunjuk pada batu dan berkata, “dan itu?”
Penduduk asli lagi melagukan “Umbalo-gong!”
“Lihatlah!”,
Kata antropolog berseri-seri, “Mereka menggunakan kata SAMA untuk ‘batu’ dan
untuk ‘pohon kelapa’!”
“Itu
benar-benar menakjubkan!” kata antropolog satunya heran, “Di pulau sebelah,
kata tadi berarti ‘jari telunjuk’…”
Archive for the 'Humor Tanaman' Category
Seorang pria menelepon pemadam kebakaran dan berkata, “Ya, saya memiliki
halaman depan yang indah, aku memiliki tempat bunga yang bagus, kolam ikan baru
dengan air mancur dan taman yang baru tumbuh.”
“Sangat menyenangkan,” kata petugas pemadam kebakaran, “tapi apa hubungannya
dengan pemadam kebakaran?”
“Yah,” orang itu menjawab, “Rumah sebelah sedang terbakar dan aku tidak
ingin kalian menginjak-injak halaman depan saya.”
TEKA-TEKI
Kenapa anak kodok sukanya loncat-loncat?
Namanya juga anak-anak, suka iseng loncat-loncat
70 hal apa saja yang disenangi wanita?
1 belanja, yang lainnya… 69
Kenapa ayam kalo berkokok matanya merem?
Udah hafal teks-nya
Archive for the 'Humor Komputer' Category
“pak kepala suku, sudah ditunggu warga di lapangan…”
“tunggu sebentar, saya mau update status facebook dulu”
Archive for the 'Humor Alam' Category
jika batu ini basah – cuaca hujan
jika batu ini bergoyang – cuaca berangin
jika batu ini panas – cuaca cerah/panas
jika batu ini dingin – cuaca berawan
jika batu ini putih – cuaca bersalju
jika batu ini biru – cuaca dingin
jika batu ini hilang – TORNADO!!!
sumpah deh, BMG nggak bakalan laku di negara ini.
Archive for the 'Humor Buku' Category
Suatu hari ada orang gagap dateng melamar jadi
salesman buku…
“P…Ppper..misi…..,” salam si gagap.
“Ada perlu apa nih pak?”
“S..ss..saya….mmm..mmmau mme…lammmarrrr jj..jjadi sales pak,”
“Yang normal, cakep dan cantik aja nggak gablek ngejualnya! apa kamu yakin bisa
jadi salesman??”
“Bbb..bb.bisa pak,” jawabnya mantap.
Esok harinya, ternyata nggak sampe setengah hari,
terjual 10 buku. Dikasih 20 buku, terjual semuanya. Begitu seterusnya sampe
buku tersebut menjadi best seller.
Pada saat malam resepsi penghormatan, sampailah
waktu si gagap memberikan rahasia menjual buku.
“Ss…ssederha..ha…na kok, ss…saya cc..ccum…cuman…
Ss..sa..saya..cc..cuman..tt..ta..tanya ssaja ke cc..ccal… cal…calon pembelinya,
An…anda mmau bb…bbbeli..bbu..bu..ku ini atau… mma..mmau..ss..sa..saaa ya ya
…BA… BACA… IIIN….. ??”
Ruben sedang menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan menggunakan
bis malam. Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal,
seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang.
Sesampainya di kursi Ruben:
“Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan
lain-lain”, ujar sang kakek.
Ruben yang kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri
atau horor gak kek?”
“Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan sisa satu. Pas lagi
ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘Bis
Malam Penasaran’. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”
“Seratus lima puluh ribu, nak”
“Walah, mahal bener harganya, kek”.
“Ya namanya juga buku bagus. Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya
sampe syok loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala sales panci.
Ruben pun akhirnya mengalah. Uang seratus lima puluh ribu berpindah tangan.
Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua,
tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulai bertiup
kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti
dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Ruben.
“Nak”, ujarnya lirih, “apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir
ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya
tidak mau bertanggung jawab.”
Jantung Ruben berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu
menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang
ditelan kegelapan. Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam,
Ruben selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya.
Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar
menegangkan dan menyeramkan. Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun
dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh
yang menggelegar. Sejenak Ruben melihat berkeliling dan ternyata semua
penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.
“Baca halaman terakhirnya gak yah?”, pikir Ruben bimbang. Antara penasaran
dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin
gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara
perlahan… Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di
bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ruben membaca huruf demi huruf
yang tercantum:
Bis Malam Penasaran
Terbitan CV. Buku Horror Garing
Harga Pas: Rp 15.000,-
Alkisah ada seorang kaya raya sedang mengadakan pesta di rumahnya di kawasan
Menteng. Kayanya orang ini nggak kira-kira, duitnya bejibun, belon rumahnya di
Menteng ama di Pondok Indah, punya banyak simpanan cewek, abis itu dia juga
punya helikopter & pesawat terbang. Pokoknya semuanya deh. Orangnya rada
nyentrik. Kolam renangnya diisi banyak buaya. Lagi pada pesta di pinggir kolam,
si doi berdiri di atas menara life guard supaya temen-temennya bisa ngeliat.
Terus dia suruh semuanya tenang & berkata “Baiklah, orang pertama yg berani
renang di kolam ini dari ujung
ke ujung bakalan gue kasih semua duit gue.” Semua pada diem. Si kaya ngeliat ke
temen-tememnya dengan gemes lalu berkata “OK, orang pertama yang berani renang
di kolam ini dari ujung ke ujung, gue kasih semua duit gue plus rumah gue.”
Tetap nggak ada juga yang bereaksi. “OK, kalau gitu semua duit gue, rumah,
mobil-mobil, pesawat terbang, semua milik gue, saham, surat berharga dan semua
cewek gue, pokoke semua yg gue miliki.
“SPLASH!!! Ada yang terjun! Buaya-buaya pada ngerubutin tapi dia berkelit aje
kayak Tarzan. Berkelit ke sono-sini, berkelahi juge dengan buaya itu. Akhirnya
nyampe juga di seberang. Si kaya turun dari life guard tower lalu berlari ke
orang itu.
Kaya: “Gile lu! Hebat bener, gua nggak nyangka kalo ada yang berani
melakukannya. Elu mau duitnya sekarang?”
Nekad: “Nggak! gue nggak mau duit!”
Kaya: “Elu mau rumahnya sekarang?”
Nekad: “Nggak! gue nggak mau rumahnya”
Kaya: “Elu mau mobil ama pesawatnya sekarang atau ntar?”
Nekad: “Nggak! gue juga nggak mau pesawat”
Kaya: “Elu minta saham atau surat berharga?”
Nekad: “Nggak! gue nggak mau”
Kaya: “Elu minta cewek gue?”
Nekad: “Nggak gue juge nggak mau itu”
Kaya: “Habis, elu itu maunya apa?????”
Nekad: “Gue mau tahu siapa bajingan yang dorong gue tadi!”
Yuni masuk ke sebuah perpustakaan dan berdiri di depan seorang pegawai
perpustakaan tersebut sambil berkata, “Saya mau komplain!”
“Ada apa, Nona?” sang petugas perpustakaan balik bertanya.
“Minggu lalu aku meminjam sebuah buku dari perpustakaan ini, dan buku
tersebut sangat tidak bermutu!” jelas Yuni.
“Memangnya kenapa, Nona?”
“Hurufnya kecil-kecil, tidak ada spasi, tidak ada paragrafnya, semuanya
hanya huruf-huruf, tidak ada gambar menarik, dan yang paling menyedihkan, buku
itu sama sekali tidak menceritakan apapun padahal ada banyak nama orang di
dalamnya!”
Petugas perpustakaan itu langsung terbelalak dan berkata, “Aha …. Jadi
Andalah orang yang membawa buku telepon kami yang hilang minggu lalu!”
Archive for the 'Humor Hantu' Category
Pada suatu malam Jum’at Kliwon, seorang penjaga kuburan melihat ada seorang
wanita sedang mainin HP di atas salah satu kuburan. Penjaga kuburanpun menegur:
“Mbak ngapain malam-malam gini mainin hape di atas kuburan?”
Si cewek menjawab “Iya pak, abis dibawah sinyalnya lemah…”